Breaking News
light_mode
Beranda » NASIONAL » Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah

Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah

  • account_circle Isar topankk
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • visibility 52
  • print Cetak

KENDARI – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pansus menggali masukan daerah untuk penyempurnaan RUU Daerah Kepulauan.

Kunjungan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (11-12/9/2026) di Kantor Gubernur Sultra tersebut diisi dengan pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Sultra, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta akademisi perguruan tinggi.

Anggota Pansus RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief MBA, mengatakan kunjungan kerja tersebut penting untuk memastikan regulasi yang sedang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah kepulauan.

Menurut Hendry, karakteristik daerah kepulauan memiliki persoalan yang berbeda dengan wilayah kontinental. Jarak antar pulau, biaya transportasi dan logistik, pelayanan publik, hingga pengelolaan sumber daya laut membutuhkan pendekatan kebijakan yang berbeda.

“Kita ingin memastikan RUU Daerah Kepulauan ini tidak hanya baik secara normatif, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata daerah. Karena karakter wilayah kepulauan memiliki persoalan dan tantangan yang berbeda dengan daerah kontinental,” ujar Hendry.

Ia menjelaskan, salah satu aspek penting yang perlu diperkuat adalah pembagian kewenangan dalam pengelolaan wilayah laut. RUU Daerah Kepulauan perlu memberikan kejelasan mengenai kewenangan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota sehingga tidak terjadi tumpang tindih ataupun kekosongan kewenangan.

Dalam bahan akademik yang disampaikan kepada Pansus, RUU mengatur kewenangan pengelolaan laut hingga empat mil bagi kabupaten/kota kepulauan dan empat sampai 12 mil bagi provinsi. Pembagian tersebut dinilai dapat memperkuat prinsip subsidiaritas, tetapi tetap membutuhkan mekanisme yang jelas terkait batas wilayah dan penyelesaian sengketa antar daerah.

Hendry Munief juga menyoroti pentingnya Dana Khusus Kepulauan (DKK) sebagai instrumen afirmasi bagi daerah yang menghadapi biaya pembangunan lebih tinggi akibat kondisi geografisnya.

Menurutnya, keberadaan DKK harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan kepulauan, terutama konektivitas antarpulau, infrastruktur, pelayanan dasar, serta pengembangan sektor ekonomi kelautan.

“Jangan sampai daerah memiliki potensi laut yang besar, tetapi tidak memiliki dukungan fiskal yang memadai untuk mengelolanya. Karena itu, desain pendanaan dalam RUU ini harus benar-benar memperhitungkan karakteristik daerah kepulauan,” kata Hendry.

Selain persoalan kewenangan dan fiskal, Hendry menyebut konektivitas antarpulau sebagai bagian penting yang harus mendapat perhatian. Infrastruktur pelabuhan, transportasi laut, telekomunikasi, hingga distribusi barang harus dipandang sebagai satu kesatuan sistem pembangunan.

Ia menilai, RUU Daerah Kepulauan harus mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya memberikan status khusus, tetapi juga memastikan masyarakat di pulau-pulau memperoleh akses pelayanan publik dan peluang ekonomi yang lebih baik.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat di daerah kepulauan merasakan kehadiran negara secara nyata. Bukan hanya dari sisi regulasi, tetapi melalui konektivitas, pelayanan dasar, ekonomi, dan pengelolaan potensi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi yang hadir dalam pertemuan tersebut memberikan salah satu catatan terkait penetapan status kabupaten/kota kepulauan di Sulawesi Tenggara. Dari 17 kabupaten/kota di Sultra, baru lima yang tercantum dalam lampiran RUU sebagai daerah kabupaten/kota kepulauan, yakni Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan dan Wakatobi.

Masukan tersebut menjadi perhatian Pansus agar kebijakan afirmasi dalam RUU tidak menimbulkan ketimpangan di antara daerah yang sama-sama memiliki karakteristik kepulauan.

Hendry menegaskan, seluruh masukan dari pemerintah daerah, OPD dan akademisi akan menjadi bahan Pansus dalam pembahasan lebih lanjut.

“Kita ingin RUU ini menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat kepulauan. Karena itu, masukan dari daerah seperti Sulawesi Tenggara sangat penting untuk menyempurnakan RUU ini,” pungkasnya.

  • Penulis: Isar topankk

Baca Juga

  • Operasi Razia Sarang Narkoba Berlangsung Semalam, 2 Pengguna Diamankan di Kawasan Hiburan Tapung

    Operasi Razia Sarang Narkoba Berlangsung Semalam, 2 Pengguna Diamankan di Kawasan Hiburan Tapung

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KAMPAR – Malam hingga dini hari menjadi waktu tak terbuang dalam upaya membersihkan Kabupaten Kampar dari peredaran narkoba. Sat Resnarkoba Polres Kampar didukung personel gabungan Sipropam, Satpol PP Kabupaten Kampar, dan BNK Kabupaten Kampar melaksanakan Operasi Razia Sarang Narkoba di wilayah hukum Polres Kampar, berlangsung dari Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 Wib hingga Kamis (15/10/2026) pukul […]

  • Di Masjid Kita Sama – Polisi Bersama Masyarakat Subuh Keliling di Jl. Letnan Boyak

    Di Masjid Kita Sama – Polisi Bersama Masyarakat Subuh Keliling di Jl. Letnan Boyak

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    KAMPAR – Saat fajar baru menyingsing, Kapolres Kampar dan jajaran sudah berada di tempat yang paling dekat dengan hati warga: rumah Allah. Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K. didampingi Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, S.E., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama, dan personel Polres Kampar melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Baitul Sholihin, Jalan […]

  • Dilantik sebagai Ketua Kerukunan Kampar Batobo Karimun Periode 2026–2029, Agus Safitra Apresiasi Dukungan Pemkab Kampar

    Dilantik sebagai Ketua Kerukunan Kampar Batobo Karimun Periode 2026–2029, Agus Safitra Apresiasi Dukungan Pemkab Kampar

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Tanjung Balai Karimun – Setelah resmi dilantik oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT sebagai Ketua Kerukunan Kampar Batobo Karimun (KKBK) periode 2026–2029, Sabtu (3/10/2026) di Gedung Kampar Batobo Tanjung Balai Karimun , Agus Safitra menyampaikan rasa syukur serta apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Kampar […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Wakil Bupati Kampar Lantik Pengurus SOIna Kabupaten Kampar Dan Lepas Atlet Menuju PeSONas II Tahun 2026

    Wakil Bupati Kampar Lantik Pengurus SOIna Kabupaten Kampar Dan Lepas Atlet Menuju PeSONas II Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Bangkinang Kota – Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., melantik Pengurus Kabupaten Special Olympics Indonesia (SOIna) Kampar sekaligus melepas atlet SOIna Kabupaten Kampar yang akan mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) II Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung diaula Stanum Bangkinang. Senin (12/10/2026) Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi SOIna Kabupaten Kampar sekaligus […]

  • Terima Kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Bupati Kampar Sampaikan Proposal Pembangunan Museum dan Penataan Kawasan Candi Muara Takus

    Terima Kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Bupati Kampar Sampaikan Proposal Pembangunan Museum dan Penataan Kawasan Candi Muara Takus

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MUARA TAKUS – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., menyampaikan proposal pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan inti Candi Muara Takus kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., saat kunjungan kerja di Kompleks Cagar Budaya Candi Muara Takus, Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Ahad (18/10/2026). Proposal tersebut […]

expand_less