Zamhur Optimistis PAD Kampar Melonjak di Semester II, Komisi III DPRD Desak OPD Tancap Gas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- visibility 18
- print Cetak

BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar optimistis realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 akan mengalami lonjakan signifikan pada semester kedua. Meski capaian hingga akhir Mei masih berada di kisaran 31 persen, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kampar meyakini potensi pendapatan daerah masih terbuka lebar untuk terus dioptimalkan.
Optimisme tersebut disampaikan Kepala Bapenda Kabupaten Kampar, H. Zamhur, saat memaparkan strategi dan kesiapan pencapaian target PAD dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kampar dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung DPRD Kampar, Bangkinang Kota, Senin (15/6/2026).
Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi terhadap capaian pendapatan daerah sekaligus mendorong seluruh OPD agar lebih agresif menggali potensi penerimaan yang belum tergarap maksimal.
Dalam pemaparannya, Zamhur menegaskan bahwa persentase realisasi PAD yang masih berada di kisaran 31 persen hingga 31 Mei 2026 tidak serta-merta mencerminkan kegagalan OPD dalam mencapai target. Menurutnya, capaian pendapatan harus dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan pola penerimaan sepanjang tahun anggaran.
“Agenda rapat ini untuk menjelaskan kepada Komisi III terkait potensi dan kesiapan daerah agar target PAD yang telah ditetapkan dapat terealisasi sesuai harapan,” ujar Zamhur.
Ia menjelaskan, realisasi PAD secara umum menunjukkan tren peningkatan seiring berjalannya tahun anggaran. Pada triwulan pertama, capaian biasanya berada di kisaran 15 persen, kemudian meningkat menjadi sekitar 40 persen pada triwulan kedua, mencapai 75 persen pada triwulan ketiga, hingga mendekati 100 persen pada akhir tahun.
Berdasarkan pola tersebut, Zamhur optimistis semester kedua 2026 akan menjadi periode penting bagi peningkatan pendapatan daerah. Sejumlah sumber penerimaan dinilai mulai menunjukkan tren positif sehingga diharapkan mampu mendongkrak realisasi PAD Kabupaten Kampar.
“Belum bisa dipastikan OPD tersebut tidak berhasil, karena perhitungannya masih akumulatif hingga 31 Mei 2026. Jadi, belum bisa dijadikan tolok ukur,” tegasnya, menanggapi sorotan terhadap realisasi pendapatan sejumlah OPD, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kampar, M. Rizal Rambe, membenarkan bahwa pemaparan Bapenda menunjukkan adanya optimisme dari OPD dalam mengejar target pendapatan daerah.
Ia menyebutkan, seluruh OPD diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan memaksimalkan potensi yang menjadi kewenangan masing-masing. Bahkan, Juli 2026 diproyeksikan menjadi salah satu momentum peningkatan realisasi PAD secara signifikan.
“Dari pemaparan tadi, seluruh OPD optimistis target PAD dapat tercapai. Bahkan pada Juli 2026 diharapkan terjadi peningkatan yang signifikan,” ujar Rizal Rambe.
Komisi III DPRD Kampar pun meminta seluruh OPD tidak hanya mengandalkan proyeksi, tetapi juga memperkuat langkah konkret di lapangan. Optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, peningkatan pengawasan, serta percepatan realisasi penerimaan menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serius.
Dengan waktu yang terus berjalan, sinergi antara Bapenda dan seluruh OPD dinilai menjadi kunci untuk memastikan target PAD tidak sekadar menjadi angka dalam perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi sesuai harapan.
Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan mampu menjaga tren positif penerimaan daerah pada semester kedua, sehingga target PAD tahun 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pembiayaan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Isar topankk
- Sumber: Bappeda Kampar
