Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » PEKANBARU » Kabut Asap Kembali Ganggu Warga Pekanbaru, PC PMII Desak Penanganan Terpadu dan Berkelanjutan

Kabut Asap Kembali Ganggu Warga Pekanbaru, PC PMII Desak Penanganan Terpadu dan Berkelanjutan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • visibility 42
  • print Cetak

PEKANBARU – Kembalinya kabut asap dengan intensitas yang semakin terasa di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas fenomena musiman, sebab dampaknya menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

Pantauan kondisi udara pada Selasa (6/10/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Pekanbaru sempat mencapai 298,7 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB, yang masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut kemudian mengalami penurunan, namun kualitas udara masih berada pada tingkat yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Situasi ini turut berdampak terhadap sektor pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP pada 6–7 Oktober 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai memburuknya kualitas udara harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebijakan PJJ dan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan memang penting sebagai langkah mitigasi. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada penanganan dampak. Pemerintah juga harus memastikan sumber persoalan ditelusuri secara serius.

Masyarakat membutuhkan udara yang sehat, bukan sekadar imbauan ketika kabut asap sudah menyelimuti kota. Pemerintah harus bekerja dari hulu sampai hilir, mulai dari memastikan sumber asap, melakukan pencegahan, sampai memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Gusti Pardamean Nasution.

PC PMII Kota Pekanbaru juga menyoroti informasi BMKG yang menyebutkan bahwa kondisi asap di Riau tidak hanya dipengaruhi oleh titik panas yang berada di wilayah Riau. Asap dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi turut berkontribusi karena kondisi angin dominan dari arah tenggara membawa partikel asap menuju wilayah Riau.

BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas di wilayah Riau, termasuk di Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap membutuhkan penanganan lintas wilayah dan koordinasi antarlembaga yang lebih kuat.

Gusti menegaskan, persoalan kabut asap harus ditempatkan sebagai persoalan publik yang membutuhkan kebijakan berbasis data, koordinasi kelembagaan, serta penegakan hukum yang konsisten apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Kita tidak ingin setiap tahun masyarakat kembali menghadapi persoalan yang sama, sementara penyelesaiannya hanya bersifat reaktif. Kalau ada aktivitas yang terbukti menjadi sumber pencemaran dan melanggar ketentuan, maka harus ada proses hukum yang transparan dan tegas,” tegasnya.

PC PMII Kota Pekanbaru juga mendorong pemerintah daerah bersama kepolisian, TNI, BPBD, DLHK, BMKG, serta instansi terkait untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap titik panas maupun potensi kebakaran lahan.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara dapat disampaikan secara terbuka, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan diri berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Bagi PC PMII Kota Pekanbaru, keselamatan masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan penanganan kabut asap. Kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, harus memperoleh perlindungan yang memadai.

PMII Kota Pekanbaru berpandangan bahwa udara bersih bukan sekadar kebutuhan ekologis, tetapi merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

Karena itu, PC PMII Kota Pekanbaru meminta pemerintah tidak menjadikan kabut asap sebagai persoalan yang hanya diselesaikan ketika situasi sudah memburuk. Pencegahan, pengawasan, transparansi informasi, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan harus berjalan secara berkelanjutan.

Jangan sampai masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan dari persoalan yang berulang. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang terukur, berbasis data, dan berpihak pada keselamatan publik. Kabut asap hari ini harus menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar berita yang berulang setiap tahun,” tutup Gusti Pardamean Nasution.

Baca Juga

  • BEM FKIP UP bersama Polres dan Dinkes Kampar bagikan 100 Box Masker,dorong kesadaran kesehatan masyarakat

    BEM FKIP UP bersama Polres dan Dinkes Kampar bagikan 100 Box Masker,dorong kesadaran kesehatan masyarakat

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kampar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan (FKIP UP) bersama BEM Se-Kampar berkolaborasi Kepolisian Resor (Polres) Kampar dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar menggelar aksi sosial pembagian 100 Box masker kepada masyarakat pada Kamis, 8 Oktober 2026. ‎Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa bersama unsur kepolisian dan pemerintah daerah […]

  • Polsek Perhentian Raja Tangkap Pengedar Narkoba di Desa Hangtuah Sita Sabu-sabu 2,25 Gram

    Polsek Perhentian Raja Tangkap Pengedar Narkoba di Desa Hangtuah Sita Sabu-sabu 2,25 Gram

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PERHENTIAN RAJA,- Seorang residivis kasus narkoba PO (27) diamankan Polsek Perhentian Raja, Pasalnya ia pengedar narkoba di SP2, Desa Hangtuah, Kecamatan Perhentian Raja, Rabu (30/9/2026) sekira pukul 20.30 Wib. Pelaku ditangkap saat berada dirumahnya dan hasil penggeledahan ditemukan 11 paket sabu-sabu dengan berat 2.25 Gram. “Pelaku ini merupakan residivis kasus yang sama dan perbuatannya ini […]

  • Resmi Dilantik Ketua DPC PKB Kampar Periode 2026–2031, Ahmad Yuzar Siap Emban Amanah dan Besarkan Partai

    Resmi Dilantik Ketua DPC PKB Kampar Periode 2026–2031, Ahmad Yuzar Siap Emban Amanah dan Besarkan Partai

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANGKINANG KOTA – H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kampar periode 2026–2031. Ia menegaskan kesiapan untuk mengemban amanah, memperkuat konsolidasi organisasi, serta membesarkan PKB di Kabupaten Kampar. Pelantikan tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Orientasi Politik, Pelantikan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC […]

  • Serda Adek Saputra Kodim 0313/KPR Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila

    Serda Adek Saputra Kodim 0313/KPR Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Isar topankk
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KAMPAR – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026, semangat menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila terus digaungkan kepada masyarakat. Serda Adek Saputra dari Kodim 0313/KPR mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan serta meningkatkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Menurut […]

  • Polres Kampar Gagalkan Penyeludupan 1 Kilo Sabu-sabu

    Polres Kampar Gagalkan Penyeludupan 1 Kilo Sabu-sabu

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BANGKINANG,- Polres Kampar melaksanakan konferensi pers terkait pengungkapan kasus Narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 1,10 kilogram di Mapolres Kampar pada Selasa (20/10/2026) sekira pukul 14.00 Wib. Penangkapan ini dilakukan oleh Satresnarkoba dan akan menyelidiki asal sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China dan dugaan keterlibatan jaringan internasional yang mengendalikan peredaran sabu tersebut diduga dari Kandis […]

  • Polsek Tapung Hilir Kembali Ungkap Kasus Narkotika, Sabu 2,82 Gram Diamankan dari Rumah Terduga Pelaku

    Polsek Tapung Hilir Kembali Ungkap Kasus Narkotika, Sabu 2,82 Gram Diamankan dari Rumah Terduga Pelaku

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TAPUNG HILIR – Jajaran Polsek Tapung Hilir mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Desa Gerbang Sari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Jum’at (23/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan seorang pria berinisial SS alias S beserta barang bukti satu paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 2,82 […]

expand_less