Usai Final Gala Desa Kuok, Panitia dan Kaum Ibu Ajak Wabup Kampar Makan Bersama di Warung Sederhana di Pinggir Jalan.
- account_circle Isar topankk
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- visibility 169
- print Cetak

KUOK, KAMPAR – Usai menutup rangkaian Turnamen Sepak Bola Gala Desa Kuok 2026, suasana penuh keakraban justru berlanjut di sebuah warung sederhana di pinggir jalan, Jumat (25/9/2026) malam.
Ketua Panitia pelaksana heloiandi bersama sejumlah kaum ibu dan masyarakat Kuok mengajak Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. untuk makan bersama. Tanpa jamuan resmi dan tanpa suasana protokoler, Misharti memilih duduk berbaur bersama masyarakat, menikmati hidangan sederhana sekaligus bercengkerama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Momen tersebut menjadi cerita tersendiri setelah meriahnya partai final Gala Desa Kuok 2026. Jika sebelumnya masyarakat berkumpul di lapangan menyaksikan pertandingan, malam harinya kebersamaan kembali terjalin dalam suasana yang jauh lebih santai dan sederhana.
Wakil Bupati Kampar saat itu didampingi Sutan ATT, IV tokoh muda Kuok sekaligus penanggung jawab kegiatan. Kehadiran Sutan ATT. IV bersama panitia dan masyarakat membuat suasana makan malam semakin hangat. Canda dan tawa sesekali pecah di tengah obrolan ringan antara pemerintah daerah, panitia dan warga.
Bagi masyarakat yang hadir, makan bersama di warung pinggir jalan tersebut bukan sekadar menikmati hidangan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa kebersamaan dapat terbangun tanpa harus dibatasi suasana formal.
Misharti pun tampak menikmati suasana tersebut. Ia berbincang santai dengan panitia dan kaum ibu, sesekali tertawa bersama masyarakat yang berada di sekelilingnya.
Menurut Misharti, kebersamaan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang dekat antara pemerintah dan warga.
“Berbagi itu lebih indah dan bermanfaat untuk sesama. Yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahmi dengan masyarakat,” ujar Misharti.
Ketua Panitia Pelaksana Gala Desa Kuok 2026, Helpiadi, yang akrab disapa “Si Kancil”, mengaku terharu sekaligus bangga melihat suasana tersebut.
Menurutnya, kehadiran Misharti yang mau duduk dan makan bersama masyarakat dalam suasana sederhana memberikan kesan mendalam bagi panitia.
“Kami sangat terharu dan merasa bangga. Ibu Misharti bisa bercanda, tertawa dan makan bersama masyarakat. Suasananya begitu sederhana, tetapi justru terasa sangat dekat dan penuh kekeluargaan,” ungkap Helpiadi.
Ia mengatakan, sikap tersebut membuat masyarakat merasa tidak ada jarak antara pemimpin dengan warga.
“Beliau bisa berbaur di segala suasana. Dari lapangan sepak bola, bertemu masyarakat, sampai duduk makan bersama di warung pinggir jalan. Suasananya humoris, santai dan benar-benar seperti bersama keluarga sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Sutan ATT, IV tokoh muda Kuok sekaligus penanggung jawab kegiatan, turut mendampingi Misharti dalam suasana makan bersama tersebut.
Bagi panitia, momen sederhana itu menjadi penutup yang berkesan setelah perjuangan panjang menyukseskan Turnamen Gala Desa Kuok 2026.
Gala Desa Kuok sendiri bukan hanya menghadirkan pertandingan sepak bola. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat, mempererat silaturahmi, memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi, serta membangun semangat kebersamaan.
Dan malam itu, setelah sorak-sorai pertandingan final mereda, cerita kebersamaan justru berlanjut di sebuah warung sederhana pinggir jln.
Tidak ada panggung. Tidak ada jarak. Hanya meja makan, hidangan sederhana, canda, tawa dan kebersamaan.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kedekatan dengan masyarakat terkadang lahir dari hal yang paling sederhana: duduk bersama, makan bersama dan berbagi cerita.
“Sederhana warungnya, hangat suasananya, dalam maknanya”.
Kampar di hati, Kuok gaszz Towi..!
- Penulis: Isar topankk
- Editor: Isar topankk
